"Saat doa menjadi ruang aman, namun rumah sendiri menjadi asing."
"Seorang anak laki-laki yatim berusia 13 tahun yang menemukan ketenangan dalam kegiatan tahlilan, mendapati rumahnya sendiri menjadi tempat tahlilan. Saat gangguan mistis mulai menghantuinya, ia menemukan kenyataan yang tak pernah ia bayangkan."
Film "Eling" mengisahkan seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang kehilangan sosok ayah dan tumbuh dalam lingkungan yang sunyi akibat ibunya harus bekerja hingga larut malam.
Melalui sudut pandang seorang anak, film ini menyoroti bagaimana kebersamaan dalam budaya lokal "Tahlilan" dapat menjadi penopang emosional. Film ini hadir sebagai refleksi atas memudarnya ketertarikan generasi muda terhadap tradisi, sekaligus mengingatkan kita pada filosofi "Eling" — ingat dan waspada.
Tulus hanyalah remaja 13 tahun pada umumnya. Tidak ada yang istimewa, hanya saja ada hal yang membuat tulus meenjadi ..
"Ada apa dengan Tulus?"
13 Tahun • Pendiam & Empati Tinggi
Seorang anak yatim yang menemukan kehangatan di tahlilan. Ia berusaha mengisi kekosongan di dirinya di tengah kesibukan ibunya.
35 Tahun • Ibu Tulus
Lembut, penyayang, namun menyimpan kesedihan mendalam. Ia bekerja keras dan belum sepenuhnya bisa melupakan suaminya yang telah tiada.
48 Tahun • Paman Tulus
Kakak dari ibu Tulus. Humoris, hangat, dan bijaksana. Ia menjadi figur ayah pengganti bagi Tulus dan mengajaknya ke tahlilan.
"Cerita ini bukan hanya tentang gangguan gaib atau misteri malam tahlilan, tetapi tentang perjalanan batin seorang anak yang mencoba menemukan tempatnya di dunia... setiap perjalanan, bahkan menuju kesadaran terakhir, tidak pernah kita jalani sendirian."
— Khorunnisa Afifah, SutradaraDirector & Writer
Producer
DOP & Editor
Development Script, Casting, Location Hunting, Reading.
Shooting Days, Data Backup.
Editing, Sound, Poster, Festival Submission.
Bergabunglah dengan kami dalam melestarikan budaya dan mendukung sineas muda.
Kami juga menerima In-Kind Sponsorship (Produk, Konsumsi, Equipment).